Pertanian Jahe Organik Warga Dusun Tapos

Previous slide
Next slide

Pertanian organik semakin mendapat perhatian masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang, khususnya mereka yang sangat memperhatikan kualitas kesehatan, baik kesehatan manusia maupun lingkungan. Pola hidup sehat yang akrab lingkungan telah menjadi trend baru dan telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes), dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes).

Sejak wabah Covid-19 melanda, permintaan jahe meningkat sebagai suplemen kesehatan. Namun ditengah peningkatan permintaan, produksi di daerah sentra mengalami penyusutan diantaranya karena produktifitas lahan yang menurun dan masih belum optimalnya organisasi petani serta kemitraan petani dengan pengusaha.

Sejak bulan Agustus 2022 kelompok Tani Ketan Mas Dusun Tapos, Desa Sukaharja, Kabupaten Bogor mulai mengembangkan pertanian jahe organik. Saat ini sudah ada sekitar 16 orang petani yang menaman jahe organik dilahan seluas lebih kurang 1 Ha.

“Dengan adanya program pertanian yang dibantu oleh Yayasan Puter Indonesia, membuat saya bersemangat untuk bertani, dari pekerjaan saya saat ini sebagai penyadap karet yang kurang begitu menghasilkan. Dengan begitu semangatnya, lahan-lahan yang dulunya terbengkalai, sekarang terawat kembali, terutama lahan jahe yang menjadi harapan bisa membantu penghasilan keluarga kalau sudah panen nanti. terima kasih Yayasan Puter Indonesia sudah membantu kami, dan terus bisa mendampingi kami sampai sukses”, ungkap Dede salah satu petani warga Dusun Tapos

Pengelolaan lahan berbasis komunitas mendapat dukungan melalui program  Javan Hawk Eagle Trail (JHET) Network – Yayasan Puter Indonesia  dan United States Forest Service (USFS) dan Action On Poverty (AOP). Kegiatan penanaman jahe organik ini diharapkan berdampak positif memacu semangat giat petani lokal dalam meningkatkan pendapatan dari pengembangan produk pertanian organik lokal sekaligus berkontribusi dalam melestarikan habitat disekitar Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Bagikan :